<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618285474928241048</id><updated>2012-02-16T15:46:09.172-08:00</updated><category term='PTIQ'/><title type='text'>Renungan Ba'da Shubuh</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://renunganshubuh.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618285474928241048/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renunganshubuh.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>H. Dodie Hidajat al Bantaniy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08227596014041505016</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-hjTnnqxCxTo/TWnQ2HyVG2I/AAAAAAAAABo/J7CBcyTI3Lg/s220/AT%2BINFOMEDIA%2BANNIVERSARY_0003.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>5</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618285474928241048.post-7023733158357812969</id><published>2011-02-26T06:56:00.000-08:00</published><updated>2011-02-26T22:08:15.885-08:00</updated><title type='text'>HIDUP DENGAN KEMULIAAN</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;mso-line-height-alt:10.2pt"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: 'Bookman Old Style'; "&gt;Dalam percakapan dengan seseorang, dia mengatakan kepada saya bahwa dirinya sekarang ada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan sekali setelah memasuki masa pensiun. “Dulu apapun yang aku mau aku punya. Dan apabila tidak kupunya aku tinggal pergi ke mal ataupun toko, tinggal beli. Teken kartu kredit dan habis perkara. Bahkan aku kadang-kadang sempatkan ke &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Singapore&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; dalam akhir pekan-ku hanya untuk memenuhi keinginanku akan sesuatu barang misalnya. Sekarang hal itu cuma tinggal kenangan. Gaji pensiunku hanya untuk setengah bulan dengan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;gaya&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; hidup yang telah jauh kuturunkan level-nya.” Kemudian apa yang kau lakukan untuk menanggulangi masalah itu?”, balik saya bertanya kepadanya. “Aku coba mendekatkan diri kepada Allah swt dan upaya ini jauh berhasil dari pada upaya-upaya mendapatkan nafkah tambahan. Kemuliaan yang aku dapatkan dulu dari orang-orang sekelilingku dengan segala bentuk perhatian dan pertolongan tidak lagi aku dapatkan dan hasilnya boleh dibilang nihil. Kadang-kadang aku merasa frustasi dengan kehidupan ini. Banyak pengaruhnya pada ritme&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;keimananku kepada-Nya, walaupun banyak ustadz mengatakan memang keimanan itu demikian adanya. Turun naik mengikuti emosi pelakunya. Dan dengan keadaan ekonomiku kini, aku juga tidak bisa lagi bersadaqah.Tapi hal semacam ini amat merisaukan pikiranku. Aku tidak mau jauh lagi dari Allah swt. Apa yang aku harus perbuat, kawan? Demikian dia meminta nasihatku. Saya bilang begini. “Tetaplah istiqomah dengan niatmu untuk selalu dekat dengan Allah, apapun yang kau lakukan untuk mencapai hal itu, pertahankanlah bahkan tingkatkan kalau bisa. Karena apa? Karena itu satu-satunya spiritual treasure, harta spiritual yang kau miliki yang amat berharga dan jauh dari jalan maksiat. Tinggalkanlah angan-angan untuk mendapatkan kembali sorga dunia yang pernah kau dapatkan dulu. Kemuliaan yang kau dapatkan dulu itu semu. Kemuliaan dari Allah swt pasti lebih membahagiakan. “Bukan begitu?”, saya bertanya kepadanya. Dia mengangguk tanda setuju. Masih tertunduk sejak dia memulai percakapannya dengan saya. “Asal kau bisa bertahan hidup dengan keadaan sekarang ini maka kedekatanmu&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;dengan-Nya itu cukup bekal untuk mengantar kau dalam menuju pertemuan kau dengan sang Khaliq. Bagaimanapun kau akan kembali kepada-Nya, seperti yang kita yakini sebagai orang yang beriman. Tentu kau inginkan kembalimu keharibaan-Nya dalam keadaan khusnul khatimah. Bukan begitu? “Ya, sangat ingin. Cuma aku sekarang merasa sendiri, sepertinya tidak ada orang yang mau lagi menolongku. Karena itu aku datang kepadamu.” Waktu kau dipanggil nanti, bukankah kau akan menghampiri-Nya sendirian?” Hampir menyindir aku bertanya kepadanya. “Ya, ya aku paham itu. Tapi berilah aku pencerahan.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;mso-line-height-alt:10.2pt"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: 'Bookman Old Style'; "&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;mso-line-height-alt:10.2pt"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: 'Bookman Old Style'; "&gt;Saya amat&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;mengenal dia ketika dia sedang sukses 25 an tahun yang lalu. Dalam pandangan saya dia bukanlah sosok yang jauh-jauh benar dengan kehidupan agama. Mungkin niat atau tekadnya untuk “dekat dengan sang Khaliq” tidaklah se-intens seperti sekarang. Saya sering melihatnya dalam beberapa majlis taklim dan kegiatan islami dalam beberapa tahun setelah masa pensiunnya. “Mungkin bukanlah pencerahan seperti yang kau dapatkan dari para ustadz lainnya, tapi aku ingin bercerita kepadamu. Mudah-mudahan kau dapat mengambil manfaat dan bisa menjawab apa yang kau sedang cari.”, begitu saya memulai lagi percakapan dengan dia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;mso-line-height-alt:10.2pt"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: 'Bookman Old Style'; "&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;mso-line-height-alt:10.2pt"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: 'Bookman Old Style'; "&gt;Saya memulai cerita saya dengan mengucapkan bismillahirrochmanirrochim. “Kawan, upaya manusia untuk mendapatkan kehidupan yang baik didunia sering digambarkan dengan upayanya untuk meraih apa yang lazim disebut sorga dunia. Kesenangan hidup yang mengarah kepada hedonisme sering menjadi patokan akan indahnya kehidupan ini. Adapun kemuliaan yang didapatnya sering mengikut pada kedudukannya dimasyarakat yang kemudian menempatkan dia merasa &lt;span&gt; &lt;/span&gt;kedudukannya mulia karena terpandang dimasyarakat. Terhadap kehormatan ini sering seseorang menjadi lupa akan pentingnya mengelola kekuasaan yang diperolehnya itu berbarengan dengan kekayaan yang melimpah yang diturunkan Allah kepadanya. Berapa banyak contoh orang-orang yang berpengaruh dan menduduki suatu kekuasaan merasa bahwa kekuasaan itu harus dimilikinya terus. Karena asyik ma’syuk dengan kekuasaannya maka dia lupa bahwa apa yang dimulai pasti akan berakhir. Atas kemamuan sendiri atau orang lain. Keadaan ini juga sering membuat si pelaku lupa bersadaqoh, berinfaq, menyisihkan sebagian hartanya bagi orang miskin, dhuafa atau anak yatim. Ada dua ayat pada Surah Ali 'Imran yang mungkin bisa menjadi penyebab terhadap apa yang kau alami saat ini. "Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik baginya. (QS 3:180). Dan pada ayat QS 3:186 yang mengisyaratkan "Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu." Barangkali apa yang kau terima sekarang adalah ujian dari pada-Nya atas resultante dari kebijakan-kebijakanmu pada saat kau berkuasa dan mugkin menyakitkan orang lain dengan harta yang kau pernah miliki dan kurang kau sedekahkan. Kau ingat-ingatlah itu.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;mso-line-height-alt:10.2pt"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: 'Bookman Old Style'; "&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;mso-line-height-alt:10.2pt"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: 'Bookman Old Style'; "&gt;"Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata "Tuhanku telah memuliakanku" (QS 89:15).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:14.4pt"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: 'Bookman Old Style'; "&gt;“Saat kau menerima kesenangan dan kemuliaan itu dahulu, tentu kau mengira itu adalah kemuliaan yang datang begitu saja tanpa ada tujuan dari pada-Nya. Selalu ada pesan dan hikmah dari setiap hidayah dan musibah yang Allah turunkan. Kau sudah diuji sejak itu dan hingga kinipun kau diuji karena mungkin kau belum lulus ujian. Lebih baik apabila ini memang ujian bagimu karena dengan begitu Allah swt masih menyayangimu. Barangkali kau diuji karena kau sedang berupaya mendekatkan dirimu kepada-Nya. Maka entah kebahagiaan apa pula yang akan kau dapatkan ketika kau merasa bahwa ujian itu telah berlalu. Kau jalani saja dengan istiqomah dan penuh taqwa kepada-Nya. Dan jangan sampai apa yang kau terima hari ini kau sikapi dengan sikap su’udzon kepada Allah. Karena Allah akan bersikap seperti bagaimana manusia menyikapi-Nya. Karena Allah swt&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Maha Tahu seperti firman-Nya: "Adapun bila Tuhan-Nya mengujinya lalu membatasi rezeki-nya dia berkata Tuhanku menghinakanku" (QS 89:16). Nasihat saya kepadanya berakhir disini. Dia pulang dengan buah pikiran untuk meng-introspeksi sikapnya dimasa yang lalu dan mencoba memperbaiki apa yang memang dirasa mungkin menjadi penyebab atas ujian yang dihadapinya sekarang. Begitu dia bilang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:14.4pt"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: 'Bookman Old Style'; "&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:14.4pt"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: 'Bookman Old Style'; "&gt;Manusia diuji sejak dia akil balig, yaitu umur ketika dia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. Sejak itu amal-amalnya di dunia ini adalah ujian. Ayat diatas menyatakan salahlah adanya orang yang mengatakan bahwa kekayaan itu adalah kemuliaan dan kemiskinan itu adalah suatu kehinaan. Keduanya adalah ujian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:14.4pt"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: 'Bookman Old Style'; "&gt;Lebih berat ujian diberikan dalam bentuk kekayaan dari pada kemiskinan karena dengan kekayaan ada kecenderungan "lupa" kepada Allah. Apabila seseorang tidak lulus ujian ini, hal itu bisa mengantarkannya kepada kekufuran. Demikian juga berlaku dengan kekuasaan yang didalamnya mengikut nafsu untuk mendapat kekayaan. "Power tents to corrupt", ungkapan yang sering dinyatakan banyak orang. Allah berfirman: "dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan" (QS 89:20).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:14.4pt"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: 'Bookman Old Style'; "&gt;Sedangkan dengan ujian kemiskinan, masih memberinya ruang lebih untuk mengingat Allah. Melantunkan do’a untuk keluar dari kemiskinan yang dihadapinya adalah bagian dari mengingat Allah. Walaupun tidak sedikit orang yang amat nyaman dengan segala kemurahan Allah swt yang memotivasinya untuk selalu dekat dan lebih dekat dan bertakwa kepada-Nya. Yang terakhir ini adalah kondisi yang paling sesuai untuk dilakukan. Kuncinya adalah banyaklah bersyukur. Seperti yang firmankan Allah swt: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih.” (QS 14:7).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:14.4pt"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: 'Bookman Old Style'; "&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:14.4pt"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: 'Bookman Old Style'; "&gt;Yang membedakan kemuliaan manusia dihadapan Allah swt adalah taqwanya, demikian bunyi sebuah hadits.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:14.4pt"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: 'Bookman Old Style'; "&gt;Yang benar datangnya dari Allah swt, yang salah datang dari penulis untuk itu aku mohon ampun kepada Allah swt dan mohon maaf kepada pembaca majlis ini. Wallahu’alam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;font-family:&amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;mso-bidi-font-family: Arial;color:black;mso-no-proof:no"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618285474928241048-7023733158357812969?l=renunganshubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renunganshubuh.blogspot.com/feeds/7023733158357812969/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renunganshubuh.blogspot.com/2011/02/hidup-dengan-kemuliaan_26.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618285474928241048/posts/default/7023733158357812969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618285474928241048/posts/default/7023733158357812969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renunganshubuh.blogspot.com/2011/02/hidup-dengan-kemuliaan_26.html' title='HIDUP DENGAN KEMULIAAN'/><author><name>H. Dodie Hidajat al Bantaniy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08227596014041505016</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-hjTnnqxCxTo/TWnQ2HyVG2I/AAAAAAAAABo/J7CBcyTI3Lg/s220/AT%2BINFOMEDIA%2BANNIVERSARY_0003.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618285474928241048.post-8803384535568583566</id><published>2011-01-29T21:37:00.000-08:00</published><updated>2011-01-29T21:39:41.637-08:00</updated><title type='text'>MENGANDALKAN DIRI PADA PERTOLONGAN ALLAH</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Century Schoolbook&amp;quot;;color:#339966"&gt;MENGANDALKAN DIRI PADA&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;PERTOLONGAN ALLAH&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Century Schoolbook&amp;quot;;color:#339966"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Century Schoolbook&amp;quot;;color:#339966"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Century Schoolbook&amp;quot;; color:#339966"&gt;Seorang teman menunjukkan kepada saya pesan singkat (sms) yang menggugah minat (&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;intriguing&lt;/i&gt;) sambil bertanya apa yang harus dilakukannya dengan bunyi sms seperti itu. Isinya begini, “Menurut Kalender &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;China&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;; bulan Januari ini (pen. 2011) adalah bulan yang paling special. Ada 5 Senin, 5 Sabtu dan 5 Minggu dalam satu bulan. Ini hanya akan terjadi setiap 823 tahun. Mereka menyebutnya “Kantong Uang”. Teruskan pesan ini ke 8 orang, menurut Feng Shui &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;China&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; uang akan jatuh ketangan anda.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Century Schoolbook&amp;quot;; color:#339966"&gt;Selesai membaca itu saya kemudian teringat bahwa masih banyak sms ataupun pesan semacam itu melalui e-mail ataupun jejaring lainnya yang berisi pesan “&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;intriguing&lt;/i&gt;” semacam itu yang sering mendorong penerima pesan untuk mengikuti sugesti dalam pesan itu. Bahkan ada pula yang isinya bernuansa islami. Bagi orang muslim maka walaupun nampak sepele tapi anjuran ini adalah semacam ujian bagi keimanannya. Kita harus berhati-hati menyikapinya., jangan sampai mendekati syirik dalam lahiriah. Artinya tanpa kehati-hatian dan kekurang pengetahuan terhadap pemahaman akan tauhid maka kita bisa terperangkap pada perbuatan mendzolimi diri sendiri. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Century Schoolbook&amp;quot;; color:#339966"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Century Schoolbook&amp;quot;; color:#339966"&gt;Dalam al Qur’an banyak ayat yang menunjukkan penegasan Allah swt bahwa semua urusan dialam semesta ini akan kembali kepada kemurahan-Nya. Semua sudah diatur berdasarkan kadarnya masing-masing dalam takaran yang harmonis. Surah Al Mulk QS 67:3 menggambarkan hal itu. “Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tiak seimbang?” Demikianlah, tidak ada satu urusanpun yang luput dari pengaturan Allah swt. Maka apabila kita tergoda pada suatu harapan yang ditunjukkan hanya oleh akal manusia yang mencoba meng-harmonisasikan angka-angka, pastilah harapan itu akan sia-sia. Rezqi itu dipastikan hanya datang dari Allah swt. Surah Ar Ruum menyatakan “Allah-lah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezqi, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali).” (QS 30:40)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Century Schoolbook&amp;quot;; color:#339966"&gt;Nuansa yang timbul dari harapan akan kebenaran isi sms itu sesungguhnya sekelumit bisa dikatakan juga sebagai seakan berjudi nasib, dengan timbulnya dugaan jangan-jangan memang apa yang disugestikan itu akan terjadi. Jelas sikap ini patut dihindari. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Century Schoolbook&amp;quot;; color:#339966"&gt;Andalan kita hanyalah Allah swt. Setiap sholat, diwajibkan kepada kita untuk membaca Surah Al-Fatihah; ayat 5 dari QS 1 itu menyatakan pengakuan kita bahwa “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah&lt;a style="mso-footnote-id: ftn1" href="file:///G:/RENUNGAN%20BA'DA%20SHUBUH/MENGANDALKAN%20DIRI%20KEPADA%20PERTOLONGAN%20ALLAH.doc#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="mso-special-character:footnote"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Century Schoolbook&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:#339966;mso-ansi-language:EN-US;mso-fareast-language:EN-US;mso-bidi-language: AR-SA;mso-no-proof:yes"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan&lt;a style="mso-footnote-id:ftn2" href="file:///G:/RENUNGAN%20BA'DA%20SHUBUH/MENGANDALKAN%20DIRI%20KEPADA%20PERTOLONGAN%20ALLAH.doc#_ftn2" name="_ftnref2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="mso-special-character:footnote"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Century Schoolbook&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:#339966;mso-ansi-language:EN-US;mso-fareast-language:EN-US;mso-bidi-language: AR-SA;mso-no-proof:yes"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;”. Maka apabila kita mulai berpikir untuk menggunakan kekuatan lain berupa sugesti yang tidak masuk akal sejatinya kita telah mengingkari janji yang kita ucapkan sepanjang hidup kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Century Schoolbook&amp;quot;; color:#339966"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Century Schoolbook&amp;quot;; color:#339966"&gt;Menurut firman Allah swt pada Surah Huud, rezqi segenap makhluk ciptaan-Nya Allah-lah yang memberi. “Dan tidak ada suatu binatang melata&lt;a style="mso-footnote-id:ftn3" href="file:///G:/RENUNGAN%20BA'DA%20SHUBUH/MENGANDALKAN%20DIRI%20KEPADA%20PERTOLONGAN%20ALLAH.doc#_ftn3" name="_ftnref3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="mso-special-character:footnote"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Century Schoolbook&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color:#339966;mso-ansi-language:EN-US;mso-fareast-language:EN-US;mso-bidi-language: AR-SA;mso-no-proof:yes"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; pun dibumi melainkan Allah-lah yang memberi rezqinya.” (QS 11:6)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Century Schoolbook&amp;quot;; color:#339966"&gt;Oleh karena itu jalani hidup ini dengan usaha dan kerja keras dan berserah diri padanya akan hasil yang mungkin dicapai sehingga dari padanya semoga akan diperoleh rezqi atas idzinnya. Rezqi akan datang dari arah yang tidak disangka-sangka. Berapa kali dalam kehidupan ini kita merasa terperangah sebelum mampu bersyukur ketika rezqi yang kita tidak pernah perkirakan bahkan tidak pernah terpikirkan tiba-tiba saja ada dihadapan kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Century Schoolbook&amp;quot;; color:#339966"&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Century Schoolbook&amp;quot;; color:#339966"&gt;Menutup bahasan ini, ada suatu ayat dalam Al Qur’an yang paling tepat menggambarkan ketidak berdayaan manusia sekaligus meyakinkan kita bahwa rezqi itu patut dicari untuk meneruskan kelangsungan kehidupannya akan tetapi Allah swt telah menetapkan aturannya sehingga kehidupan itu harmonis adanya melalui ayat berikut ini. “Dan memberinya rezqi dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakkal kepada kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu”. (QS 65:3).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Century Schoolbook&amp;quot;; color:#339966"&gt;Yang benar datangnya dari Allah swt, yang salah datang dari penulis untuk itu kami mohon ampun kepada Allah swt dan mohon maaf kepada pembaca majlis ini. Wallahu’alam. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Century Schoolbook&amp;quot;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Century Schoolbook&amp;quot;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Century Schoolbook&amp;quot;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style="mso-element:footnote-list"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;br /&gt; &lt;hr align="left" size="1" width="33%"&gt;  &lt;!--[endif]--&gt;  &lt;div style="mso-element:footnote" id="ftn1"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="mso-footnote-id:ftn1" href="file:///G:/RENUNGAN%20BA'DA%20SHUBUH/MENGANDALKAN%20DIRI%20KEPADA%20PERTOLONGAN%20ALLAH.doc#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="mso-special-character: footnote"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-US;mso-fareast-language:EN-US; mso-bidi-language:AR-SA;mso-no-proof:yes"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-family:&amp;quot;Century Schoolbook&amp;quot;"&gt;Na’budu diambil dari kata Ibaadat: kepatuhan dan ketundukan yang ditimbulkan oleh perasaan tentang kebesaran Allah, sebagai Tuhan yang disembah, karena berkeyakinan bahwa Allah mempunyai kekuasaan yang mutlak terhadapnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="mso-element:footnote" id="ftn2"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="mso-footnote-id:ftn2" href="file:///G:/RENUNGAN%20BA'DA%20SHUBUH/MENGANDALKAN%20DIRI%20KEPADA%20PERTOLONGAN%20ALLAH.doc#_ftnref2" name="_ftn2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="mso-special-character: footnote"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-US;mso-fareast-language:EN-US; mso-bidi-language:AR-SA;mso-no-proof:yes"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Nasta’in (minta pertolongan), diambil dari kata isti’aanah: mengharapkan bantuan untuk dapat menyelesaikan suatu pekerjaan yang tidak sanggup diselesaikan dengan tenaga sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="mso-element:footnote" id="ftn3"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="mso-footnote-id:ftn3" href="file:///G:/RENUNGAN%20BA'DA%20SHUBUH/MENGANDALKAN%20DIRI%20KEPADA%20PERTOLONGAN%20ALLAH.doc#_ftnref3" name="_ftn3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="mso-special-character: footnote"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-US;mso-fareast-language:EN-US; mso-bidi-language:AR-SA;mso-no-proof:yes"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Yang dimaksud “binatang melata” disini ialah segenap makhluk Allah yang bernyawa.&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618285474928241048-8803384535568583566?l=renunganshubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renunganshubuh.blogspot.com/feeds/8803384535568583566/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renunganshubuh.blogspot.com/2011/01/mengandalkan-diri-pada-pertolongan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618285474928241048/posts/default/8803384535568583566'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618285474928241048/posts/default/8803384535568583566'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renunganshubuh.blogspot.com/2011/01/mengandalkan-diri-pada-pertolongan.html' title='MENGANDALKAN DIRI PADA PERTOLONGAN ALLAH'/><author><name>H. Dodie Hidajat al Bantaniy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08227596014041505016</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-hjTnnqxCxTo/TWnQ2HyVG2I/AAAAAAAAABo/J7CBcyTI3Lg/s220/AT%2BINFOMEDIA%2BANNIVERSARY_0003.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618285474928241048.post-5876780634500318885</id><published>2010-12-28T19:28:00.000-08:00</published><updated>2011-02-26T20:50:09.384-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PTIQ'/><title type='text'>Menuju Masyarakat Islami (1)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center;mso-pagination:none; text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;letter-spacing:.45pt" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt: auto;text-align:center"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;letter-spacing:.45pt" &gt;&lt;span style="font-family:Garamond;color:black; letter-spacing:.45pt;mso-no-proof:no"&gt;STIQ Plus&lt;/span&gt;&lt;span style="color:black; mso-no-proof:no"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;letter-spacing:.45pt" &gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt: auto;text-align:center"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;color:black; letter-spacing:.45pt;mso-no-proof:no"&gt;(Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an&lt;/span&gt;&lt;span style="color:black;mso-no-proof:no"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt: auto;text-align:center"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;color:black; letter-spacing:.45pt;mso-no-proof:no"&gt;Dengan suatu Misi)&lt;/span&gt;&lt;span style="color:black;mso-no-proof:no"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;color:black;letter-spacing:.45pt;mso-no-proof:no"&gt;INDONESIA SAAT INI dikenal sebagai negara berpenduduk muslim &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;color:black;mso-no-proof:no"&gt;terbesar didunia. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family:Garamond;color:black;mso-ansi-language:SV; mso-no-proof:no"&gt;Dalam beberapa literatur disebutkan bahwa 89% dari &lt;span style="letter-spacing:.55pt"&gt;penduduk Indonesia beragama Islam. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;color:black;letter-spacing:.55pt;mso-no-proof:no"&gt;Angka ini turun dari data yang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;color:black; letter-spacing:.3pt;mso-no-proof:no"&gt;tercatat kira-kira 10-15 tahun yang lalu ketika penduduknya sekitar 160 &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Garamond; color:black;letter-spacing:1.05pt;mso-no-proof:no"&gt;juta jiwa dinyatakan 90% beragama Islam. Pertambahan jumlah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Garamond; color:black;letter-spacing:.55pt;mso-no-proof:no"&gt;penduduk &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt; yang pesat terjadi pasca dihentikannya program &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;color:black; letter-spacing:.2pt;mso-no-proof:no"&gt;Keluarga Berencana dan kini tercatat &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; berpenduduk sekitar 240 &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;color:black; mso-no-proof:no"&gt;juta jiwa. Walaupun pertumbuhan angka kependudukan yang menganut agama Islam dengan demikian tidaklah significant akan tetapi tetap saja angka 89% dapat dibilang mayoritas absolut.&lt;/span&gt;&lt;span style="color:black; mso-no-proof:no"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;color:black;letter-spacing: .8pt;mso-no-proof:no"&gt;Penduduk &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; yang beragama Islam mengikut kelahirannya, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Garamond; color:black;mso-no-proof:no"&gt;artinya kepala keluarga menetapkan anaknya beragama Islam sejak lahir. Dalam perjalanannya setelah dewasa bisa saja terjadi seseorang yang &lt;span style="letter-spacing:.2pt"&gt;beragama Islam kemudian&lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing:-2.05pt"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing:.2pt"&gt;pindah dan menganut agama diluar agama Islam karena&lt;/span&gt;terpengaruh, dipengaruhi atau "terpaksa" mengimani aliran lain, baik di&lt;span style="letter-spacing:.55pt"&gt;dalam agama Islam sendiri ataupun masuk kedalam agama lainnya, yang disebabkan &lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing:.35pt"&gt;oleh lemahnya keimanan akibat kurangnya pengetahuan tentang agama &lt;/span&gt;Islam yang diyakininya. Disinilah pentingnya syi’ar Islam dilakukan antara lain dalam upaya mencegah terjadinya perpindahan agama hanya karena pengetahuan yang kurang dari ummat muslim.&lt;/span&gt;&lt;span style="color:black;mso-no-proof:no"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family:Garamond;color:black; letter-spacing:.25pt;mso-ansi-language:SV;mso-no-proof:no"&gt;DEKADENSI MORAL yang terjadi dewasa ini dalam masyarakat luas yang nota bene mayoritas beragama Islam menunjukkan kecenderungan &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Garamond;color:black;mso-ansi-language:SV;mso-no-proof:no"&gt;yang meningkat. Tindak kriminal, perampokan dan semacamnya kemudian &lt;span style="letter-spacing:.9pt"&gt;bermuara pada kilah kemiskinan, korupsi yang membudaya akibat &lt;/span&gt;keserakahan dan silaunya akan kemewahan duniawi, penggunaan narkoba yang bermuara pada kejenuhan dalam melawan&lt;span style="letter-spacing:.35pt"&gt;kesulitan hidup dan hidup dengan tekanan &lt;i&gt;(stress) &lt;/i&gt;adalah sebahagian, - &lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing:.9pt"&gt;untuk tidak menyebutkan semuanya -, dari banyaknya penyebab &lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing:.55pt"&gt;hancurnya moralitas dalam kalangan ummat Islam. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;color:black;letter-spacing:.55pt;mso-no-proof:no"&gt;Karena kebetulan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;color:black;mso-no-proof: no"&gt;terjadi pada golongan mayoritas dalam negara ini maka amatlah tidak &lt;span style="letter-spacing:.4pt"&gt;beruntung &lt;i&gt;(unfortunate)&lt;/i&gt;keadaan itu kemudian telah menjadi gambaran &lt;/span&gt;umum yang buruk komunitas Islam. Semuanya itu bersumber dari &lt;span style="letter-spacing:1.0pt"&gt;kemiskinan takwa dan rapuhnya iman yang sesungguhnya justru &lt;/span&gt;keimanan harus dijadikan benteng terhadap tendensi perilaku moral yang rendah yang karena miskinnya iman kemudian keimanan itu sendiri telah gagal berperan. Dan apabila berbicara tentang takwa dan keimanan maka&lt;span style="letter-spacing:1.2pt"&gt;tingkat pengetahuan dan keyakinan terhadap agama &lt;/span&gt;(baca:Islam) akan sangat berpengaruh pada bisa tidaknya Islam menjadi pegangan &lt;span style="letter-spacing:1.2pt"&gt;seseorang&lt;/span&gt; akan hidup yang lurus.&lt;/span&gt;&lt;span style="color:black;mso-no-proof:no"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;color:black;letter-spacing: .75pt;mso-no-proof:no"&gt;TANTANGAN utama umat Islam dewasa ini di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;color:black;mso-no-proof:no"&gt;adalah KEMISKINAN dan KEBODOHAN. Hal itu bahkan ditekankan oleh beberapa pengamat sosial masyarakat. Syafii Maarif, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, menilai, sejak merdeka hingga saat ini tidak satupun pemerintahan &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; yang benar-benar menegakkan strategi pembangunan yang prorakyat kecil. Sikap prorakyat &lt;span style="letter-spacing:.35pt"&gt;kecil masih sebatas retorika politik. Sudah 62 tahun &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; merdeka &lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing:.3pt"&gt;tapi angka kemiskinan masih tinggi." &lt;i&gt;(Republika, 17-12-07). &lt;/i&gt;Dalam bagian &lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing:.65pt"&gt;lain beliau mengatakan "Kekerasan dalam rumah tangga, pelacuran, &lt;/span&gt;kriminal yang semakin marak, dan 1001 kasus lain, penyebab utamanya adalah kemiskinan.&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family:Garamond;color:black;mso-ansi-language:SV; mso-no-proof:no"&gt;Tentu pasti ada sebab-sebab lain, tetapi tidak signifikan."(Republika,18-12-07).&lt;/span&gt;&lt;span style="color:black; mso-no-proof:no"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family:Garamond;color:black; mso-ansi-language:SV;mso-no-proof:no"&gt;Boleh jadi kedua faktor tersebut diatas banyak berperan atas terjadinya &lt;span style="letter-spacing:.45pt"&gt;dekadensi moral dan perilaku amoral. Sebab dari Kebodohan bisa jadi &lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing:.55pt"&gt;karena miskin, sebaliknya sebab Kemiskinan bisa jadi karena bodoh. &lt;/span&gt;Kedua faktor itu layaknya saling mengomplemen satu atas yang lain.&lt;/span&gt;&lt;span style="color:black;mso-no-proof:no"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family:Garamond;color:black; letter-spacing:.7pt;mso-ansi-language:SV;mso-no-proof:no"&gt;Walaupun keadaan ini sejatinya adalah produk dari hasil &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Garamond;color:black;mso-ansi-language:SV;mso-no-proof:no"&gt;kebijakan Pemerintah sejak Republik ini berdiri; yang belum juga mampu &lt;span style="letter-spacing: .9pt"&gt;mengangkat derajat rakyat dengan pendidikan yang memadai dan &lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing:.45pt"&gt;mudah dijangkau. Anggaran pendidikan 20% yang ditetapkan Undang ­&lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing:.7pt"&gt;undang belum juga dapat dilaksanakan dengan paripurna. Kemudian siapa yang patut &lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing:.85pt"&gt;bertanggung jawab atas keadaan yang memperihatinkan sekaligus &lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing:.8pt"&gt;menyedihkan itu? Sebagai masyarakat muslim selayaknyalah kita patut ikut &lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing:.45pt"&gt;merasa bertanggung jawab. Mereka yang mengerti akan keadaan yang &lt;/span&gt;kurang menguntungkan itu dan mereka yang mempunyai kepedulian, &lt;span style="letter-spacing:1.45pt"&gt;seyogyanya memikirkan bagaimana dapat berpartisipasi dan &lt;/span&gt;berkontribusi dalam upaya 'menyelamatkan', atau paling tidak terjun &lt;span style="letter-spacing: .5pt"&gt;membimbing dan membantu mencarikan jalan keluar dari keadaan itu dari akar penyebabnya, kemudian membina hampir 65% masyarakat muslim yang ’Islam seremonial’ &lt;/span&gt;menjadi masyarakat yang islami.&lt;/span&gt;&lt;span style="color:black;mso-no-proof:no"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center;mso-pagination:none; text-autospace:none"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618285474928241048-5876780634500318885?l=renunganshubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renunganshubuh.blogspot.com/feeds/5876780634500318885/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renunganshubuh.blogspot.com/2010/12/menuju-masyarakat-islami.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618285474928241048/posts/default/5876780634500318885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618285474928241048/posts/default/5876780634500318885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renunganshubuh.blogspot.com/2010/12/menuju-masyarakat-islami.html' title='Menuju Masyarakat Islami (1)'/><author><name>H. Dodie Hidajat al Bantaniy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08227596014041505016</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-hjTnnqxCxTo/TWnQ2HyVG2I/AAAAAAAAABo/J7CBcyTI3Lg/s220/AT%2BINFOMEDIA%2BANNIVERSARY_0003.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618285474928241048.post-3041900519999557013</id><published>2010-12-28T01:43:00.000-08:00</published><updated>2010-12-28T08:09:31.945-08:00</updated><title type='text'>UPAYA MENDAPAT AMPUNAN ALLAH</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Pengampunan Allah swt masih jauh lebih besar dari dosa yang dibuat manusia. Allah gofururrochim, Allah Maha Pengampun Maha Penyayang. “Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhan-mu”, demikian Allah swt memerintahkan mereka yang menanggung dosa dalam hidupnya. Namun manusia sambil  menyadari diri bergelimang dosa sering melupakan dosa dan kesalahan yang diperbuatnya. Bisa saja karena dosanya itu secara duniawi “mengasyikan” sehingga terbuai dengan maksiat yang dilakukannya atau mungkin belum mendapat hidayah untuk kembali ke jalan yang lurus. Untuk memperbaikinya dan dan mendapat pengampunan Allah atas dosa-dosanya, sesungguhnya manusia hanya perlu berbuat amal sholeh. Se-“simple” itu. Akan tetapi sayangnya amal sholeh selalu disikapi dengan “take it for granted” sebagai hal yang lumrah saja atau bahkan banyak yang lebih memilih mengikuti arus kehidupan sahaja tanpa berupaya menanamkan keyakinan dan merencanakannya dengan sunguh-sungguh untuk berbuat amal sholeh dalam kehidupan sehari-hari. Seperti misalnya dengan memulai hari-harinya dengan bertanya kepada diri sendiri “amal sholeh apa yang bisa kuperbuat hari ini” seraya mulai mencari-cari peluang melakukannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Sungguh, kesempatan untuk berbuat amal sholeh terbuka lebar dalam kehidupan kita. Betapa sering kita mendengar orang bertausiyah: “bantulah orang yang membutuhkan pertolongan sebagai lahan amal sholehmu”. Amal sholeh dapat dijadikan lahan beribadah kepada Allah swt, mengikuti isyarat yang difirmankan Allah swt dalam QS 31:56 “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Atas upaya manusia yang sungguh-sungguh, dalam QS 47:2 Allah swt menjanjikan menghapus kesalahan-kesalahan dan  memperbaiki keadaan mereka yang beriman kepada Allah swt seraya mengimani dan mengikuti ajaran-ajaran Rasulullah saw dan kemudian melakukan kebajikan dan beramal sholeh dalam kehidupan mereka sehari-hari. Wallahu ‘alam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618285474928241048-3041900519999557013?l=renunganshubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renunganshubuh.blogspot.com/feeds/3041900519999557013/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renunganshubuh.blogspot.com/2010/12/upaya-mendapat-ampunan-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618285474928241048/posts/default/3041900519999557013'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618285474928241048/posts/default/3041900519999557013'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renunganshubuh.blogspot.com/2010/12/upaya-mendapat-ampunan-allah.html' title='UPAYA MENDAPAT AMPUNAN ALLAH'/><author><name>H. Dodie Hidajat al Bantaniy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08227596014041505016</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-hjTnnqxCxTo/TWnQ2HyVG2I/AAAAAAAAABo/J7CBcyTI3Lg/s220/AT%2BINFOMEDIA%2BANNIVERSARY_0003.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7618285474928241048.post-3172989330394210401</id><published>2010-12-24T00:24:00.000-08:00</published><updated>2010-12-24T01:27:37.967-08:00</updated><title type='text'>Korupsi</title><content type='html'>&lt;div&gt;Belakangan ini media massa sarat dengan berita tentang korupsi sehingga hampir menenggelamkan berita tentang kriminilitas jalanan. Pemerhatinya pun datang dari kalangan elit politik dan ekonomi. Gencarnya pemberitaan terdakwa didepan pengadilan tidak menyurutkan niat orang untuk korupsi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Banyak sekali dijumpai pada kebanyakan muslim yang mendahulukan urusan duniawi ketimbang akhirat. Yang sekarang sedang populer adalah ke-piawai-an PNS melakukan korupsi. Aksi korupsi ini menyengsarakan rakyat. Istri, anak dan keluarganya pun kena imbas atas aib yang dilakukan. Apakah mereka meminta izin dulu kepada istri, anak atau keluarganya? Tentu tidak. Diantara koruptor itu ada yang mengaku beragama Islam. Mereka dengan sadar melakukan korupsi demi kesenangan sementara didunia. Dalam QS 6:70 jelas-jelas kita diminta untuk meninggalkan orang-orang seperti ini.  "Dan tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia."  &lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Padahal Allah swt mengisyaratkan bahwa apabila manusia beramal ibadah dengan berpedoman pada keberhasilannya mempersiapkan diri untuk akhirat yang kedatangannya sudah pasti, maka urusan dunianya akan mengikut. Kehidupannya akan dipenuhi dengan keridhoan-Nya.Harta dunia yang didapat akan dilandasi ketakwaan dan keimanan kepada Allah swt. Wallahu alam.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7618285474928241048-3172989330394210401?l=renunganshubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renunganshubuh.blogspot.com/feeds/3172989330394210401/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renunganshubuh.blogspot.com/2010/12/korupsi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618285474928241048/posts/default/3172989330394210401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7618285474928241048/posts/default/3172989330394210401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renunganshubuh.blogspot.com/2010/12/korupsi.html' title='Korupsi'/><author><name>H. Dodie Hidajat al Bantaniy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08227596014041505016</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-hjTnnqxCxTo/TWnQ2HyVG2I/AAAAAAAAABo/J7CBcyTI3Lg/s220/AT%2BINFOMEDIA%2BANNIVERSARY_0003.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
